Minggu, 16 Agustus 2020

MEMELIHARA KEBERMAKNAAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI ERA PEMBELAJARAN DARING

 ================================================================


Pasca  PSBB masyarakat dihadapkan pada banyak kondisi atau hal-hal baru (new normal) berbagai bidang. Begitu juga pada bidang pendidikan terutama pada proses pembelajaran di sekolah. Banyak aspek yang menjadi tiba-tiba baru dan berusaha selalu sesuai dengan protokoler kesehatan yang telah di tetapkan di memutus mata rantai penularan CoVid 19. Mulai dari munculnya istilah Social distancing yang memaksa para insan pendidikan mulai merancang manajemen pendidikan yang efektif dalam online learning (daring).

Pembelajaran tetap diusahakan berjalan meski dengan berbagai macam masalah di lapangan. Masalah yang tidak terhindarkan antara lain (1) tidak adanya perangkat yang mendukung (android), (2) alat internet yang tidak merata berupa sinyal atau jaringan,  (3) gagap teknologi, (4) adanya ketidakpahaman dalam merancang pembelajaran jarak jauh dan (5)  proses belajar siswa yang tidak terpantau.

Dari berbagai macam tantangan dari masalah di atas, perlu disikapi dengan bentuk keterbukaan pikiran seorang guru agar mampu menyusun desain pembelajaran yang menyenangkan agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dalam era new normal. Desain pembelajaran setiap mata pelajaran tentu memiliki ke-khas-an masing-masaing untuk mencapai tujuan pembelajarannya Sosiologi merupakan salah satu mata pelajaran wajib dalam bidang ilmu sosial di Sekolah Menengah Atas. Sosiologi sebagai ilmu sosial yang mempelajari masyarakat beserta gejala-gejala sosialnya juga memerlukan metode pembelajaran yang menarik. di samping itu sosiologi juga merupakan ilmu yang bersifat abstrak dan kebanyakan berisi hafalan-hafalan. Sehingga proses  pembelajaran Sosiologi akan lebih bermakna dan tidak terlihat monoton apabila menggunakan metode atau cara yang menyenangkan dan  melibatkan peserta didik dalam berfikir secara langsung dalam pembelajaran sehingga peserta didik merasa senang atau mudah mendalami materi yang disampaikan dalam pembelajaran.

Manajemen desain pembelajaran yang terintegrasi dan kontektual tentu diharapkan dapat dimunculkan sebagai pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran sosiologi. Keberhasilan kegiatan belajar-mengajar mata pelajaran sosiologi sangat dipengaruhi banyak faktor, yaitu : profesionalitas guru sebagai pendidik, minat belajar peserta didik, alat penujang proses pembelajaran, metode pembelajaran, dan media pembelajaran yang dipakai. Dengan menjadi aktor utama maka guru dalam masa new normal  perlu ulang memperhatikan tujuan dalam desain pembelajaran agar tingkat keberhasilan dan  kebermaknaan pembelajaran tercapai. Desain pembelajaran hendaknya memperhatikan beberapa hal berikut : 

1. Desain yang mendorong siswa agar mampu mengkontruksi pengetahuan baru dil lingkungan masyarakatnya 
2. Desain yang mampu mendorong siswa mendapatkan dan mengolah informasi baru 
3. Desain yang mampu menciptakan kemampuan menyampaikan informasi dalam ide, gagasan dan argumentasi
4.  Desain yang mampu membangun keterampilan berpartisipasi dalam kelompok, mengasah jiwa sosial agar mampu beradaptasi dengan kondisi sosialnya . 

            Desain pembelajaran dengan berfokus pada pengalaman siswa yang kontekstual dalam keseharian di masyarakatnya akan menghadirkan pembelajaran yang menjaga kebermaknaan dari ilmu sosiologi itu sendiri. Aktivitas belajar mendorong siswa untuk mengembangkan beberapa keterampilan berfikir dari setiap kemampuan yang hendak dicapai secara bersamaan. kemampuan mengamatii, menganalisis, menginterpretasikan hingga menerapkan hasil pengetahuan yang diperoleh. Melalui hal ini diharapkan integrasi sebuah pembelajaran dimana siswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir secara mendalam tidak hanya berfokus pada satu hal dasar saja contoh belajar dengan investigasi kasus atau masalah sosial yang ada di masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Belajar bermakna merupakan teori belajar yang dikemukakan oleh David Ausubel, yakni suatu proses dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dipunyai seseorang yang sedang belajar. Menurut Ausubel belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua dimensi. Dimensi pertama berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran yang disajikan pada siswa melalui penerimaan atau penemuan. Dimensi kedua menyangkut cara bagaimana siswa dapat mengaitkan informasi itu pada struktur kognitif yang telah ada. Meliputi fakta, konsep, dan generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh siswa

Dalam menyusun rencana pembelajaran jarak jauh dengan desain pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna pada mata pelajaran sosiologi ada tiga hal yaitu tujuan pembelajaran langkah-langkah pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Tujuan tujuan pembelajaran mengarah pada kompetensi dasar serta jelas. Jelas maksudnya apabila hasil belajar bisa teramati secara konkrit dan mencerminkan keterampilan khas  mata pelajaran. Pada langkah-langkah kegiatan secara logis keseluruhan artinya dapat diikuti dan dimengerti oleh siswa. Desain penilaian juga menjadi hal penting dalam perencanaan di mana proses evaluasi (alat dan cara) penilaian hendaknya juga bisa mengungkap kemampuan yang menjadi tujuan pembelajaran

Media pembelajaran yang berbeda sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas kebermaknaan proses  pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Dalam PJJ hari ini muncul banyak media pembelajaran yang mendukung aktivitas pembelajaran daring seperti blog, whatapp, google class room, youtube, dan banyak lainnya.Memilih media pembelajaran yang tepat adalah kunci utama keberhasilan pembelajaran daring. Media pembelajaran diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan guru untuk menyentuh siswa sehingga perlu dipertimbangkan tujuan penggunaan media, agar mampu meningkatkan keterlibatan siswa, menumbuhkan semangat dan mendorong motivasi dengan tujuan akhir pembelajaran daring yang menyenangkan. Metode dan media yang dapat mengembangkan keaktifan, minat, kemandirian, tanggung jawab dan sifat gotong royong dan tentunya menggunakan metode yang melibatkan peserta didik secara aktif atau pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student Centered). Pembelajaran Discovery Learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat menunjang peserta didik dalam pembelajaran yang bermakna dengan memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk menemukan dan memahami konsep-konsep yang dianggap sulit. Peserta didik dapat saling mencari informasi dan mendiskusikan masalah yang dihadapi dengan temannya. Kondisi belajar yang kondusif mendukung peserta didik untuk belajar secara masimal dan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri peserta didik.

 Dengan demikian untuk memelihara kebermaknaan pembelajaran sosiologi, perlu adanya perbaharuan terus menerus dalam proses pembelajaran. Seiring gelombang pandemi covid 19 yang masih berjalan menjadi faktor pendorong percepatan perkembangan sistem pembelajaran yang bermakna ini dalam perjalanan menuju revolusi 4.0 yang diidamkan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat global.  Di mana Insan pendidikan dan masyarakat harus siap memanfaatkan teknologi tanpa menyampingkan makna pembelajaran yang optimal dan menumbuhkan sikap Merdeka belajar . 

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 75 jayalah selalu mulialah selalu. 



3 komentar:

  1. Semngat buk..mudah2an menang lomba

    BalasHapus
  2. Mantap uni Ajeng Indah...semoga menang...👍

    BalasHapus
  3. https://sosiologisasabastech.blogspot.com/2020/08/memelihara-kebermaknaan-pembelajaran.html peserta lomba blog nomor 77

    BalasHapus